Warga Tumpah Ruah di Pasar Tanah Abang, PKL Menjamur di Jalan

Masyarakat memadati lapak pedagang kali lima (PKL) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Minggu (17/5). Suasana kawasan Pasar Tanah Abang padat dijejali warga ketika Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Bebas (PSBB) DKI Jakarta dampak wabah virus corona.

Situasi ini paling terlihat saat CNNIndonesia.com mendatangi lapak PKL yang digelar di Jalan Jatibaru II, sekitar pukul 12.00 WIB. Para pengunjung sibuk melihat barang dagangan kebanyakan model pakaian.

Bahkan, beberapa dari pengunjung mendatangi lokasi ini sambil membawa anak yang masih berusia di bawah lima tahun atau balita.

Fenomena di Pasar Tanah Abang saat ini menunjukkan masyarakat tak mempedulikan imbauan pemerintah soal social distancing atau physical distancing (jaga jarak).

Masyarakat terpaksa berdesakan saat berjalan di sekitar lapak PKL yang digelar di dalam gang-gang sempit. Bahkan, situasi ini membuat para pengunjung tak jarang saling bertabrakan bahu atau badan.

Warga mulai memadati pedagang kaki lima sekitar jalan Jatibaru, Tanah Abang. Jakarta, Minggu, 17 Mei 2020. Meski pemberlakuan PSBB Jakarta belum dicabut, sejumlah warga mulai melakukan aktivitas seperti biasa kembali.

Data Kemenkes, 17.000 lebih warga telah positif terinfeksi corona, dengan kasus terbanyak DKI Jakarta dengan 5.881 kasus.

Aktivitas PKL di Pasar Tanah Abang sebenarnya sudah mulai terpantau berjalan pada Senin (11/5) lalu.

Mereka yang menggelar lapak di saat pemberlakuan kebijakan PSBB Jakarta terlihat mulai dari bawah Jembatan Penyeberangan Multiguna Tanah Abang hingga depan Pasar Tanah Abang Blok G, tepatnya berada di bawah Jembatan Central Tanah Abang.

Selain pedagang pakaian, sejumlah profesi lainnya juga terlihat mulai beraktivitas di Pasar Tanah Abang seperti pedagang makanan dan minuman hingga juru parkir.

Warga mulai memadati pedagang kaki lima sekitar jalan Jatibaru, Tanah Abang. Jakarta, Minggu, 17 Mei 2020.

Meski pemberlakuan PSBB Jakarta belum dicabut, sejumlah warga mulai melakukan aktivitas seperti biasa kembali.

Data Kemenkes, 17.000 lebih warga telah positif terinfeksi corona, dengan kasus terbanyak DKI Jakarta dengan 5.881 kasus.

Meski pemberlakuan PSBB Jakarta belum dicabut, sejumlah warga mulai melakukan aktivitas seperti biasa di Tanah Abang.

Kuli panggul juga terlihat mulai bekerja memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Meski demikian, jumlah pengunjung yang terlihat datang berbelanja di area ini tidak terlalu banyak.

Masih sama seperti pada Senin (11/5), petugas yang diberikan kewenangan untuk mengawal pelaksanaan kebijakan PSBB tidak terlihat berjaga di sekitar lokasi.

Di Tengah PSBB di DKI, Masyarakat Padati Lapak Dagangan PKL Tanah Abang

 

sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top